Menurut Wright (1985) Penggunaan metode geofisika dalam ekplorasi sumber geothermal adalah antara lain sebagai berikut:
| Metode Geofisika | Target pengamatan | |
1. Metode Termal (Thermal Methods) 2. Metode Listrik 3. Metode Gravitasi 4. Metode Magnetik 5. Metode Seismik 6. Radiometrik 7. Pengeboran | - Survey temperature dangkal (kedalaman < 1 m ) - Pengukuran gradient thermal - Pengukuran aliran panas - Survey Resistivitas - Polarisari Teriduksi (IP) - Potensial Diri ( SP) - Arus Tellurik - Elektromagnetik Sumber Terkontrol - Elektromagnetik Sumber Alam (Magnetotelluric/ Audiomagnetotellurik) Survey Gravitasi dan Microgravity Survey Airbone and Ground magnetic Microseisms Microearthquake Teleseismik Seismik Refraksi Seismik Refleksi Radioelemental (K,U dan Th) dan survey produksi panas Well logging Vertical Seismic Profiling Kelistrikan | Batuan atau fluida di permukaan dengan temperatur tinggi. Daerah dengan anomali panas tinggi. Garam (brine) panas, daerah dengan alterasi fluida terinduksi, patahan Daerah termineralisasi, daerah dengan alterasi fluida terinduksi Sumber panas dan Aliran panas Garam (brine) panas, daerah dengan alterasi fluida terinduksi, patahan Garam (brine) panas, daerah dengan alterasi fluida terinduksi, patahan Struktur, Garam (brine) panas, Daerah leburan parsial (partial melt), Dapur magma yang dalam. Struktur, intursi, daerah alterasi, anomaly densitas, perpindahan fluida. Struktur, Zona alterasi, anomaly sifat magnetic, jenis batuan Proses hydrothermal aktif Patahan dan rekahan aktif, distribusi kecepatan dan atenuasi Dapur magma yang dlaam Patahan dan rekahan aktif, distribusi kecepatan dan atenuasi Patahan dan rekahan aktif, distribusi kecepatan dan atenuasi Daerah dengan anomali radio aktif (222 Radium dan 226Radon) Anomali temperature, Porositas, Permeabilitas, Jenis Batuan Distribusi kecepatan, rekahan Garam (brine) panas,daerah alterasi, patahan. |