Sunday, May 30, 2010

Metode Geofisika dalam Eksplorasi Geothermal

Metode Geofisika dalam  Pengenalan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Potensi Geothermal

                Menurut Wright (1985) Penggunaan metode geofisika dalam ekplorasi sumber geothermal adalah antara lain sebagai berikut:

Metode GeofisikaTarget pengamatan
1.       Metode Termal (Thermal Methods)



2.       Metode Listrik





















3.       Metode Gravitasi



4.       Metode Magnetik


5.       Metode Seismik













6.       Radiometrik


7.       Pengeboran
- Survey temperature dangkal (kedalaman < 1 m )
- Pengukuran gradient thermal
- Pengukuran aliran panas

- Survey Resistivitas



- Polarisari Teriduksi (IP)


- Potensial Diri ( SP)

- Arus Tellurik



- Elektromagnetik Sumber Terkontrol


- Elektromagnetik Sumber Alam (Magnetotelluric/ Audiomagnetotellurik)


Survey Gravitasi dan Microgravity


Survey Airbone and  Ground  magnetic

Microseisms
Microearthquake          


Teleseismik

Seismik Refraksi



Seismik Refleksi



Radioelemental (K,U dan Th) dan survey produksi panas

Well logging


Vertical Seismic Profiling

Kelistrikan
Batuan atau fluida di permukaan dengan temperatur tinggi. Daerah dengan anomali panas tinggi.

Garam (brine) panas, daerah dengan alterasi fluida terinduksi, patahan

Daerah termineralisasi, daerah dengan alterasi fluida terinduksi

Sumber panas dan Aliran panas

Garam (brine) panas, daerah dengan alterasi fluida terinduksi, patahan

Garam (brine) panas, daerah dengan alterasi fluida terinduksi, patahan

Struktur, Garam (brine) panas, Daerah leburan parsial (partial melt),  Dapur magma yang dalam.

Struktur, intursi, daerah alterasi, anomaly densitas, perpindahan fluida.

Struktur, Zona alterasi, anomaly sifat magnetic, jenis batuan

Proses hydrothermal  aktif
Patahan dan rekahan aktif, distribusi kecepatan dan atenuasi
Dapur magma yang dlaam

Patahan dan rekahan aktif, distribusi kecepatan dan atenuasi

Patahan dan rekahan aktif, distribusi kecepatan dan atenuasi

Daerah dengan anomali radio aktif (222 Radium dan 226Radon)

Anomali temperature, Porositas, Permeabilitas, Jenis Batuan

Distribusi kecepatan, rekahan

Garam (brine) panas,daerah alterasi, patahan.

1 comment:

Unknown said...

Terima kasih atas informasi yg sdh dishare.
Mau tanya, perbedaan antara metode gravity dan metode microgravity apa ya? beda yg menonjol di apanya? apakah di pengambilan data, pengolahan, atau di apanya?
mohon penjelasannya.
terima kasih.. :)